Lainnya

Hidroponik, Apa Itu?

22/07/2018

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu Hidroponik. Kemarin baru saja saya mengikuti pelatihan pengenalan dasar Hidroponik di Hidroponik Bali. Disini saya dapat ilmu baru tentang Hidroponik itu seperti apa, bagaimana cara semai, cara melarutkan dan mengukur nutrisi untuk tanaman, cara merawat tanaman dan cara memanen (kalau ini setelah pelatihan bebas mau ambil tanaman sayur apa saja mumpung belum beli sayur dan gratis jadi kita manfaatkan) 🙈.

Hidroponik
Pelatihan Dasar Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau budidaya tanaman dengan memanfaatkan air. Adapun nutrisi yang digunakan biasa disebut dengan nutrisi AB Mix. Nutrisi Hidroponik AB Mix ini  terdiri dari 16 unsur pupuk, dalam takaran yang optimal sesuai dengan kebutuhan tanaman. Nutrisi Hidroponik AB Mix tersebut terdiri dari garam mineral yang bersifat anorganik. Nutrisi ini merupakan pengganti unsur hara yang biasanya didapat dari tanah pada sistem pertanian biasa. Untuk mengetahui bagaimana sejarah dari Hidroponik bisa dicek disini.

Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan sistem Hidroponik yaitu:

A. Kelebihan:

  1. Perawatan lebih praktis.
  2. Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dalam keadaan tidak kotor dan rusak.
  3. Tanaman lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru.
  4. Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat.
  5. Beberapa jenis tanaman bisa dibudidayakan diluar musim.
  6. Tidak ada ketergantungan dengan kondisi alam (tidak ada risiko kekeringan).
  7. Tanaman Hidroponik dapat dilakukan pada ruang atau lahan yang terbatas. Misalnya di atap, dapur atau dinding pagar.
  8. Masalah penyiraman tidak perlu dikhawatirkan.
  9. Penggunaan pestisida maupun insektisida tidak diperlukan.
  10. Nutrisi tanaman yang seimbang dan terkendali sehingga hasil produksi sehat.
  11. Lebih higienis (terhindar dari bakteri salmonela dan ecolli) karena tidak menggunakan tanah.
  12. Penggunaan air lebih hemat.
  13. Stabil, aman dan hasilnya menguntungkan.
  14. Tanaman dari hasil berkebun Hidroponik dapat dikemas dan disimpan dalam keadaan hidup dan segar untuk waktu yang lebih lama (sekitar 7 hari).
  15. Hama dan penyakit lebih mudah disingkirkan.

B. Kekurangan:

  1. Membutuhkan teknis pengetahuan serta pemahaman yang baik pada skala komersil.
  2. Investasi awal relatif tinggi pada skala komersil.
  3. Perlu berhati-hati dalam penyusunan nutrisi dan pengontrolan kesehatan tanaman.
  4. Sangat bergantung pada keberadaan listrik.

Ada beberapa sistem yang umum digunakan pada sistem Hidroponik, antara lain:

  1. Sistem Wick. Sistem ini merupakan salah satu sistem Hidroponik yang sangat sederhana dan biasa digunakan bagi kalangan pemula yang baru belajar Hidroponik. Sistem ini termasuk pasif karena tidak ada part-part yang bergerak. Nutrisi hanya mengalir ke media pertumbuhan dari dalam wadah dengan menggunakan sejenis sumbu.
  2. Sistem Rakit Apung. Sistem ini merupakan sistem Hidroponik yang sederhana. Wadah penyangga yang biasa digunakan terbuat dari styrofoam dan mengapung langsung diatas air yang sudah tercampur nutrisi. Pompa udara memompa ke dalam air stone yang membuat gelembung-gelembung udara sebagai supply oksigen ke akar-akar tanaman.
  3. Sistem DFT. Sistem Hidroponik ini mempunyai kelebihan pada saat aliran arus listrik padam maka larutan nutrisi tetap tersedia untuk tanaman. Pada sistem ini kedalaman larutan nutrisinya mencapai 6 cm. Jadi pada saat tidak ada aliran nutrisi maka masih ada larutan nutrisi yang tersimpan. Namun sistemHidroponik ini memerlukan larutan nutrisi yang lebih banyak.
  4. Sistem NFT. Sistem Hidroponik ini adalah cara yang paling populer. Karena sistemnya secara terus menerus mengalirkan nutrisi ke tanaman yang terlarut dalam air tanpa menggunakan timer pada pompanya. Nutrisinya mengalir terus kedalam wadah melewati akar-akar tanaman dan kemudian kembali lagi ke penampungan air.
  5. Sistem Tetes. Sistem Hidroponik ini merupakan sistem yang sering digunakan untuk saat ini. Karena sistem operasinya sederhana yaitu dengan menggunakan timer yang mengontrol pompa.

Adapun beberapa bahan dasar yang harus ada dan dibutuhkan pada sistem Hidroponik ini yaitu wadah tanam, PH meter, TDS meter, benih tanaman, nutrisi AB Mix, net pot, kain flanel, media tanam (rockwool, arang sekam, cocopeat, hyroton), dan wadah semai.

Dengan bercocok tanam dengan menggunakan teknik Hidroponik memberi keuntungan yang lebih besar, terutama bagi penduduk perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan sempit dan gersang. Dengan sistem Hidroponik ini juga memberi nilai tambah dalam menciptakan penghijauan di tempat-tempat yang tidak memungkinkan lagi ditanami pohon dengan menggunakan media tanah.

Setelah mengikuti pelatihan dasar Hidroponik ini saya berharap bisa mengaplikasikan ilmunya dengan baik serta bisa menjadi hobi baru (kalau perlu bisa dikomersilkan kemuadian jadi juragan sayur) 😂. Aamiin

Hidroponik
Sistem Hidroponik

Author Bio

Andi Nurfauzan

I am Buginese

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply