Wisata

Suluban Beach

11/11/2018

Sebelum balik pasca menikmati santap siang bersama, kebetulan ada teman-teman dari Bandung mengajak untuk melali (baca: jalan-jalan) sambil menyegarkan mata, otot dan pikiran (halah) setelah menyelesaikan pekerjaan beberapa hari sebelumnya. 😈

Setelah berdiskusi beberapa detik, kami pun sepakat untuk ke pantai berburu matahari tenggelam aka sunset. Kami pun langsung menuju TKP. Oh iya, pantai yang akan kami kunjungi itu namanya Pantai Suluban (Suluban Beach).

Pantai Suluban Uluwatu atau kebanyakan orang kenal dengan nama Blue Point, terletak didaerah Kuta Selatan atau tepatnya di daerah Pecatu Uluwatu sekitar 23km dari bandara I Gusti Ngurah Rai. Kunjungan saya kesini kali ini adalah yang kedua kalinya (kayak pejabat aja lagi kunjungan 👀).

Setelah melewati jalan yang penuh lika-liku (seperti perjalanan hidup ini 😔), kami pun sampai di tkp sambil mencari parkiran. Awalnya sih kita sudah sampai parkiran yang dekat dengan jalan menuju pantai, eh ternyata itu khusus parkiran motor saja. Jadilah kita putar balik untuk cari parkiran mobil. Tapi tenang, jaraknya tidak jauh kok dari parkiran motor. Paling cuma beberapa puluh meter saja, ya sekalian pemanasan sebelum melewati medan menuju pantai.

Sebelum sampai ke pantai, kami putuskan nongkrong sejenak untuk mencari yang segar-segar (kelapa muda). Karena eh karena mataharinya masih lumayan tinggi dari garis pantai. Disepanjang jalan menuju pantai, banyak mini bar yang menyediakan berbagai macam jenis makanan dan minuman.

Waktu menunjukkan pukul 18.00 wita dan sunset akan tiba sebentar lagi, kami pun beranjak menuju pantai. Ternyata medan menuju pantainya sudah berubah. Kali ini kita harus melewati beberapa belokan dan beberapa anak tangga. Tidak seperti yang dulu lagi dimana waktu saya pertama kali datang kesini. Pembangunan di Bali memang begitu cepat apalagi disektor pariwisata.

Blue Point
Pantai Suluban

Setelah melewati beberapa anak tangga dan celah-celah karang yang besar, sampailah kami dipinggir pantai. Masing-masing sibuk mengabadikan momen sendiri sambil menunggu matahari mendekati garis pantai sambil ditemani suara ombak. Disini juga banyak pengunjung yang asyik berjemur dan bermain surfing karena disini juga merupakan salah satu pantai favorit di Bali bagi peselancar karena ombaknya yang tinggi. 🏄

Setelah puas menyaksikan matahari menghilang dan foto bersama, kami pun memutuskan untuk mengakhiri penyegaran kali ini. Tapi sebelum itu kami harus siapkan mental dulu sebelum melangkah kembali ke atas dengan melewati beberapa anak tangga. 💪👀

Sampai disini dulu perjalanan kali ini yang tanpa direncana dan tanpa disengaja. Oh iya, kalau mau kesini disarankan pada saat air laut surut. 😗👍

Author Bio

Andi Nurfauzan

I am Buginese

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply