Mau Sampai Kapan?

Sudah beberapa hari berlalu kita sama-sama merayakan pesta demokrasi yang paling akbar tahun ini yaitu Pemilu 2019 dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah Pemilu.

Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara bersamaan dan sangat-sangat melelahkan sampai-sampai ada petugas pemilu yang meninggal dunia karena kelelahan dalam menyukseskan pemilu tahun ini. Semoga amal ibadah mereka diterima disisiNya. Aamiin.

Saat ini KPU masih terus berjibaku melakukan rekapitulasi data yang sekarang ini sudah ditingkat Kabupaten/Kota serta Provinsi kemudian nanti akan berlanjut ditingkat Nasional dan keputusan final di umumkan pada tanggal 22 Mei 2019.

Pasca pemilihan, sosial media masih ramai membahas soal pemilu.

Mulai dari caleg stres karena gagal terpilih sebagai anggota dewan, bahkan ada caleg yang mengambil kembali sumbangannya karena perolehan suara yang didapat tidak sesuai dengan yang ditargetkan. Miris sekali.

Yang paling ramai dibahas adalah soal Pilpres. Mulai dari paslon nomor urut 02 yang mengklaim kalau mereka yang memenangkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan persentase kemenangan 62% sesuai dengan perhitungan suara internal mereka.

Sedangkan data dari beberapa lembaga survei, yang memperoleh suara terbanyak adalah paslon dari nomor urut 01 dengan persentase kemenangan 54%.

Disitus KPU sendiri data yang masuk sampai dengan hari ini (03/05/19) sudah mencapai 64%.

Dimana untuk sementara pasangan nomor urut 01 unggul dengan perolehan suara 55.94% sedangkan pasangan nomor urut 02 memperoleh suara 44.06%.

Untuk lebih lengkapnya bisa klik link berikut atau ketik pemilu2019.kpu.go.id

Muncul berbagai tudingan-tudingan mengenai hasil Pilpres, seperti lembaga survei bayaran lah, stasiun televisi tidak netral lah dan bahkan KPU dianggap melakukan kecurangan data karena menguntungkan salah satu paslon.

Hal ini masih ramai jadi pembahasan “panas” di sosial media dimana beberapa pendukung “garis keras” dari masing-masing paslon saling beradu argumen dan masing-masing mengklaim data mereka yang paling benar.

Tidak kah cukup selama delapan bulan masa kampanye kalian saling menghujat, menghina dan mencaci maki? MAU SAMPAI KAPAN?

Dari pada ribut terus, ayolah brosis kita yang dibawah-bawah ini bersabarlah sedikit sambil menunggu hasil keputusan resmi dari KPU tanggal 22 Mei nanti.

Kalau memang ada yang tidak puas dengan hasil Pilpres 2019 karena menganggap ada ketidak cocokan data KPU dengan data yang dimiliki, laporkan ke Bawaslu/Panwaslu selaku pengawas pemilu bahkan kalangan atas juga bisa menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Jadi, siapa pun nanti yang ditetapkan “dengan sah” sebagai pasangan yang terpilih, itu sudah merupakan keputusan final yang harus kita terima bersama dengan lapang dada.

Setelah itu kita buang jauh-jauh serta lupakan perbedaan pilihan dalam Pemilu 2019 ini dan memulai kembali bangun negara kita yang tercinta ini secara bersama-sama agar Indonesia bisa menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera. Merdeka!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *