S a n a d

Kemajuan teknologi zaman sekarang membuat kita mudah untuk mendapatkan informasi dan melacak ilmu dari internet adalah sebuah tren baru, kajian keagamaan juga diterpa hal yang serupa, kemudahan kita untuk mendapatkan informasi, mengamalkan, bahkan mengajarkan ajaran agama ke orang lain berbekal sumber internet menjadi sesuatu yang mudah ditemukan di antara kita.

Belajar dari internet bukanlah hal yang tercela lebih-lebih lagi terlarang, selama kita yang sedang belajar memiliki standar ilmu dasar untuk melakukan cek dan ricek terhadap ilmu atau pengetahuan yang didapatkan.

Hal tersebut juga berlaku dalam mempelajari agama (Islam).

Verifikasi pengetahuan keberagamaan sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami nas-nas syariah.

Orang-orang yang mampu melakukan verifikasi atas pengetahuan agama haruslah dicari yang memiliki standar ilmu alat yang mumpuni, memiliki sanad keilmuan yang jelas, dan juga harus memiliki akhlak yang baik.

Apa sih itu sanad?

Sanad dalam bahasa yang paling sederhana disebut juga “silsilah”, orang yang mempelajari hadis akan mengetahui bahwa sanad adalah istilah untuk rangkaian periwayat yang bersambung sampai ke Rasulullah saw.

Mengapa Ilmu Agama harus bersanad seperti Hadis Nabi?

Perlu diingat dalam sejarah, bahwa pengetahuan agama para sahabat itu berasal dari satu sumber yaitu Rasulullah saw. Para sahabat berbagi pengetahuan di antara mereka apabila mereka berhalangan hadir bersama Nabi, ketika Rasulullah saw menjelaskan sebuah persoalan.

Ketika Rasulullah saw wafat, zaman berganti maka para sahabat melanjutkan estafet ilmu dari Rasulullah untuk diajarkan dari generasi ke genarasi.

Termasuk para Imam Mazhab, mereka adalah ulama-ulama yang silsilah keilmuannya sampai ke para sahabat hingga Rasulullah saw sendiri.

Masa setelah para sahabat para ulama mengajarkan ke muridnya yang kemudian menjadi ulama pada zaman-zaman berikutnya.

Contohnya Imam Syafi’i yang merupakan murid Imam Malik, adapun Imam Malik adalah murid dari Imam al-Zuhri (penyusun buku Ilmu Hadis pertama), di antara guru Imam al-Zuhri adalah Sa’ad Ibn Musayyib seorang pemuka golongan tabi’in yang belajar langsung dari para Sahabat Rasulullah.

Manfaat memilki sanad?

Abdullah Ibnu Mubarak berkata “Sanad adalah bagian dari agama, jika tanpanya maka siapa saja akan berbicara apa yang ia kehendaki”.

Inilah salah satu manfaat sanad, agar semua orang yang tidak memiliki kompetensi ilmu agama, tidak berbicara, terlebih mengajarkan sesuatu yang pada hakikatnya dia tidak tahu.

Bergurulah Kepada Para Ulama Yang Bersanad

Wallahu a’lam bi sawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *